News


Buka Kedai Kopi, ITPC Mexico Lancarkan Strategi Baru

MEXICO CITY – ITPC Mexico City bikin strategi baru dalam meningkatkan ekspor kopi Nusantara dan promosi produk Indonesia lainnya, lewat pembukaan Indonesian Coffee Shop

Kepala ITPC Mexico City Husodo Kuncoro Yakti mengatakan, kedai kopi tersebut dibuka dalam rangka promosi dan perkenalan varian kopi Nusantara. Ia menilai, setelah sebulan dibuka, kedai ini sangat efektif menarik pelanggan.

“Setelah sebulan beroperasi, Indonesian Coffee Shop kini telah memiliki semakin banyak pelanggan yang menyukai cita rasa kopi Indonesia. Kami optimis, prospek Indonesian Coffee Shop memiliki proses yang cukup bagus ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Selasa (14/9).

Menurutnya, produk kopi merupakan pintu bagi pelaku usaha di Meksiko agar tertarik dengan produk lain dari Indonesia. ITPC berharap kedai kopi bisa menjadi ajang promosi berbagai produk unggulan Indonesia lainnya.  

“Kami berharap, kedai kopi ini dapat menarik pengunjung dan lebih memperkenalkan produk Indonesia di Meksiko,” kata Husodo.

Pembukaan Indonesian Coffee Shop oleh ITPC Mexico City ini dilakukan berkolaborasi dengan Karlogistik SA de CV sebagai importir sekaligus operator dari kedai kopi. Karlogistik telah mendatangkan kopi jenis robusta fine roasted sebanyak 250 kg. 

Tujuannya, untuk memenuhi selera peminum kopi di Meksiko yang menyukai kopi dengan karakteristik kekentalan yang halus (smooth body) dan tingkat keasaman yang rendah (low acidity).

Selain itu, ITPC Mexico City juga bermitra dengan PT Ephraim Kopi Indonesia sebagai eksportir kopi. Perusahaan ini menyediakan kopi robusta fine tambahan rasa unik, yaitu rasa karamel manis dengan sedikit rasa tembakau (sweet sugar browning and hint tobacco).

“Rasa kopi Indonesia jenis ini cukup diterima oleh pengunjung Indonesian Coffee Shop di Meksiko. Jenis kopi ini disajikan ke kopi americano, cappucino, latte, maupun dalam bentuk biji kopi," tutur Husodo. 

Rencananya, beberapa bulan mendatang, eksportir kopi Indonesia akan menambah rasa kopi. Yaitu, varian robusta fine rasa kayu manis, kopi jenis ini sangat serupa dengan minuman kopi ala Meksiko 'Cafe de Olla'. 

Promosi kopi Indonesia, lanjutnya, tidak hanya dilakukan dengan berjualan di kedai kopi, tetapi juga dilakukan dengan menyajikan kopi Indonesia di berbagai kegiatan. Misalnya, pameran, pertemuan bisnis, hingga kegiatan sosial-budaya yang melibatkan masyarakat Meksiko pada umumnya.

“Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan kopi Indonesia agar makin disukai masyarakat Mexico City. Selain itu, beberapa kedai kopi yang berada di luar Mexico City juga sudah mulai tertarik untuk memasukkan kopi Indonesia ke dalam menu minuman,” imbuhnya.

Umumnya, kopi Indonesia yang ada di Meksiko berasal dari Amerika Serikat. Hingga kini PT Ephraim Kopi Indonesia menjadi satu-satunya eksportir kopi yang mengekspor langsung dari Indonesia ke Meksiko. Kopi diekspor dalam bentuk roasted, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi eksportir Indonesia. 

Tantangan Ekspor Kopi 
Sementara Husodo juga menginformasikan, kondisi pasar kopi di Meksiko cukup ketat diterapkan karena sebagai negara penghasil kopi. 

Pemerintah Meksiko menerapkan bea masuk sebesar 45% untuk kopi dalam bentuk roasted dan 20% untuk green bean. ITPC pun mengaku tidak akan menyerah, meski ada penerapan bea masuk yang cukup tinggi untuk produk kopi dari luar. 

"Ini karena kopi Indonesia memiliki rasa eksotik dan mengambil posisi di level premium. Para pengunjung Indonesian Coffee Shop pun mengakui kenikmatannya," pungkas Husodo.

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi di dunia dan menempati posisi ke-5 sebagai negara eksportir kopi terbesar. Nilai ekspor kopi Indonesia pada Januari–Juli 2021 mencapai US$740,5 juta atau turun 0,17%, dibanding periode sama di 2020. 

Negara tujuan ekspor kopi utama menuju Filipina, Amerika Serikat, dan Malaysia. Sedangkan ekspor kopi ke Meksiko pada periode Januari-Juli 2021 sebesar US$289.800 dengan produk ekspor utama adalah biji kopi.